Ketika Calon Dokter Jadi Pengusaha Start-up Digital

KOMPAS.com - Sejak Agustus 2011, Project Eden telah memilih 3 start-up untuk di-inkubasi. Satu dari tiga start-up itu, telah meluncurkan produknya, Kamis (9/2/2012).

PT. SpotMed Group, resmi meluncurkan aplikasi untuk ponsel pintar, bernama SpotDokter. Aplikasi ini membantu pengguna menemukan dokter dan rumah sakit terdekat.

SpotDokter juga dilengkapi dengan peta Google Maps untuk memudahkan pencarian lokasi. Selain itu, ada pula artikel-artikel kesehatan yang bisa membantu pengguna menangani gejala penyakit yang ringan.

"Saat tim Spotdokter memasukkan prototype ide mereka ke Project Eden, kami langsung tertarik, karena selama ini kami belum menemukan ide tentang kesehatan di antara ide-ide yang diajukan kepada kami," ungkap Calvin Kizana.

Calvin mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/2/2012). Calvin adalah salah satu tim penyelenggara Project Eden yang menjadi mentor SpotDokter.

Calon Dokter


Calvin mengaku, selama 3 hingga 4 bulan inkubasi, tim SpotDokter lebih banyak mengembangkan produk mereka sendiri. Sebagian besar mereka lakukan tanpa bantuan Project Eden.

"Padahal mereka calon dokter semua. Saya sangat mengapresiasi mereka, calon dokter yang nantinya akan terjun ke dunia TI dengan serius," jelas Calvin.

SpotDokter didirikan oleh 3 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Tiga orang tersebut adalah Mendy Candella sebagai Chief Executive Officer (CEO), Pascal Christian sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Jaka Pradipta sebagai Chief Marketing Officer (CMO).

Dari Hobi

Mendy dan Jaka awalnya tidak pernah terpikir akan berkecimpung di dunia TI, apalagi membangun start-up digital.

Namun, karena Pascal sangat hobi bermain hal-hal yang bersifat teknis dan sering mengikuti acara-acara start-up digital, Pascal pun mengajak dua temannya untuk mengikuti Project Eden.

Ternyata ide mereka ditanggapi oleh tim Project Eden. Sejak Agustus 2011, tim SpotDokter resmi diinkubasi oleh Project Eden dan kini telah meluncurkan produk.

Rencana Ke Depan


"Dalam waktu dekat kami akan menyiapkan SpotDokter untuk ponsel low end. Kami juga masih akan membuat proyek-proyek lainnya terkait kesehatan, bukan hanya aplikasi SpotDokter. Nantinya akan bersifat lebih spesifik. Tunggu saja," ungkap Jaka.

Kini, aplikasi SpotDokter sudah tersedia di Android Market dan BlackBerry App World. Apple App Store menyusul di bulan Maret atau April 2012. Aplikasi ini bisa diunduh dan digunakan secara gratis.

"Untuk monetizing SpotDokter, target kami saat ini adalah membiarkan SpotDokter digunakan oleh sebanyak-banyaknya pengguna ponsel. Pemasukan akan menyusul," tutup Calvin.

Tidak ada komentar: