KOMPAS.com - Silicon Valley dikenal sebagai tempat
berkumpulnya perusahaan-perusahaan raksasa yang sudah mendunia seperti
Adobe System, Apple Computer, Cisco Systems, Google, eBay, Hewlett
Packard (HP), Yahoo! Dan Intel. Namun, sebelum menjadi sebesar saat ini,
perusahaan-perusahaan tersebut adalah start up company, perusahaan yang juga memulai semuanya dari nol. Apa rahasia mereka?
Ternyata memiliki ide brilian saja tidak cukup untuk membangun start up. Kepribadian seorang pendiri start up juga menjadi poin penting. Hal ini yang berusaha dikembangkan Founder Institute, sebuah inkubator start up.
Inkubator yang telah diadakan di 17 kota yang tersebar di berbagai
negara ini telah menghasilkan 300-an lulusan terbaik yang mampu
mengembangkan start up company. Ke-17 kota yang telah
mengadakan Founder Institute adalah Silicon Valley, San Francisco,
Seattle, Los Angeles, San Diego, Denver, New York, Washington DC,
Houston, Boston, Santiago, Bogota, Paris, Brussels, Amsterdam, Berlin,
dan Singapura. Dan tahun 2011 ini, Founder Institute akan hadir di
Jakarta.
"Tahun 2009 saya dan Sanny Gaddafi mengikuti Founder
Institute pertama di Silicon Valley. Setelah merasakan sendiri
pengalaman dan manfaatnya, saya rasa akan bermanfaat juga jika diadakan
di Indonesia. Saat itu saya dan Sanny mengajak Andy Zain, salah satu
mentor Founder Institute di Singapura. Andy sangat men-support
dan akhirnya kami bertiga bekerja sama untuk mengadakan Founder
Institute di Indonesia. Kami menjadi Local Facilitator Director untuk
Jakarta Founder Institute," ujar Novistiar Rustandi, saat ditemui Kompas.com usai acara Founder Institute Pitch Bootcamp di @america, Jakarta, Rabu (29/6/2011).
Jakarta Founder Institute (JKTFI) membuka kesempatan bagi para pendiri start up
yang sudah memiliki perusahaan maupun yang masih berbentuk ide, untuk
mendaftarkan diri hingga September 2011. Biaya pendaftaran sebesar 50
dollar AS. Namun, tidak semua yang mendaftar bisa ikut program ini
karena diadakan seleksi. Proses seleksi yang diberi nama predictive social science testing ini akan terdiri dari tahap psikotes yang menunjukkan karakter pribadi seorang pendiri start up. Hal ini dianggap penting sebagai salah satu faktor kesuksesan sebuah start up company.
Dari serangkaian seleksi, JKTFI hanya akan menerima 25 hingga 50 orang
saja untuk menjalani training selama 4 bulan. Keterangan selengkapnya
mengenai pendaftaran bisa melalui e-mail ke contact@jktfi.com.
Selanjutnya,
para peserta yang terpilih harus membayar uang sebesar 900 dollar AS
untuk biaya inkubator selama 4 bulan. Biaya akan berkurang jika ada
sponsor. Perubahan biaya akan disampaikan mendekati masa inkubator.
Selain itu, peserta juga harus memberikan 3,5 persen saham perusahaannya
untuk dikumpulkan di bonus pull Founder Institute.
"Keseluruhan pengumpulan di bonus pull
akan dibagikan kembali. Empat puluh persen untuk dibagikan lagi ke
peserta, 30 persen untuk mentor, dan 30 persen untuk Founder Institute.
Saat inkubator dimulai sudah dibagikan, namun pencairannya baru bisa
dilakukan minimal lima tahun setelah inkubator selesai," jelas
Novistiar.
Inkubator selama 4 bulan terdiri atas 4 tahap yang
berbeda setiap bulan. Bulan pertama akan membahas tentang ide (menemukan
visi, melakukan riset, dan memilih nama proyek). Bulan ke-dua akan
membahas tentang planning (membentuk perusahaan yang resmi secara hukum,
menentukan bisnis model, juga sistem perekrutan karyawan). Bulan ketiga
akan membahas tentang set-up (tentang produk, outsourcing, dan melobi partner). Bulan ke-empat akan membahas mengenai marketing, presentasi, dan proses pencarian dana.
Para
mentor JKTFI yang berasal dari Indonesia dan Regional (Asia)
diantaranya Didi Nugrahadi (pendiri Detik.com dan Salingsilang.com),
Andy Zein (pendiri Mobile Monday, Elasitas, dan Numedia), Andi S.
Boediman (pendiri IDS dan ideosource), Izak Jenie (pendiri Jatis), Eka
Ginting (pendiri Indo.com), Toto Sugiri (pendiri Sigma dan Cipta
Caraka), Steven Goh (pendiri mig33), Steven Melhuish (pendiri
Propertiguru.sg dan Rumah.com), Steve Christian (pendiri Kapanlagi.com),
dan Kflaw (pendiri Buzzcity.com). Mentor ini akan ditambah dengan 10
orang mentor Internasional.
Inkubator diadakan selama 4 bulan,
dari Oktober 2011 hingga Februari 2012. Selama inkubator berlangsung
akan ada sistem drop out. Para peserta akan dinilai oleh mentor dan
peserta lainnya setiap minggu. "Setiap setengah bulan sekali akan ada
pengumuman siapa yang masih layak untuk maju ke tahap selanjutnya.
Ekspektasi peserta yang lolos sampai akhir, di semua kota dari berbagai
Negara biasanya hanya 50 persen," ungkap Novistiar. Jadi, jika jumlah
peserta 50 orang, maka yang akan lulus biasanya hanya sekitar 25 orang.
Setelah
menjalani semua proses dan dinyatakan lulus, peserta memiliki kewajiban
untuk memberikan uang senilai 4500 dollar AS kepada Founder Institute.
"Pembayaran ini dilakukan apabila alumni Founder Institute tersebut
telah mendapatkan investor," tambah Novistiar. Ia menambahkan, di
berbagai Negara, 95 persen lulusan Founder Institute berhasil
mendapatkan dana dari investor.
Usai Februari 2012, Founder Institute akan terus diadakan di Jakarta karena event ini bukan event tahunan atau event musiman. "Kami akan terus mengadakan program inkubator selama demand-nya masih tetap ada," tutup Novistiar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar